Pembukaan Gelombang 17 Kartu Prakerja dan Besaran Insentifnya

Program Kartu Prakerja awalnya merupakan program pemerintah untuk mengembangkan kompetensi kerja yang menargetkan usia 18 tahun ke atas. Namun, selama pandemi Covid-19, realisasinya semakin dipercepat sebagai langkah untuk mengatasi banyaknya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi.

Program ini menekankan pada pelatihan dan pengembangan skill bagi setiap warga negara yang memenuhi syarat agar dapat memiliki daya saing dalam memperoleh lapangan kerja. Secara umum, Kartu Prakerja memang ditujukan kepada warga yang berusia di atas 18 tahun ke atas dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal. Namun, sebagai respons terhadap pandemi Covid-19, program ini lebih memprioritaskan pekerja/buruh yang terkena dampaknya.

Kapan Program Kartu Prakerja Gelombang 17 dibuka?

Dilansir dari situs DJIKP Kominfo Penyeleggaraan program ini telah direalisasikan pertama kali pada tahun lalu dengan total 11 gelombang sampai akhir tahun 2020. Untuk tahun 2021 sendiri, penyelenggaraan gelombang 12-16 juga telah selesai dilakukan. Gelombang 16 Kartu Prakerja yang telah dibuka pada bula Maret lalu pada dasarnya merupakan gelombang akhir untuk semester 1 tahun ini.

Namun, kabar yang beredar mengatakan bahwa gelombang 17 dalam waktu dekat akan dibuka kembali untuk mengisi kekosongan kursi kepesertaan gelombang 12-16 yang hangus. Rencana penyeleggaraannya akan dibuka usai Project Management Office (PMO) telah selesai menghitung kuota peserta yang hangus pada gelombang-gelombang sebelumnya. Hangusnya kepesertaan Kartu Prakerja dapat diakibatkan oleh berbagai macam hal, salah satunya karena peserta belum melakukan pembelian pelatihan pertama hingga tenggat waktu yang diberikan, yaitu selama 30 hari setelah ditetapkan sebagai penerima program ini.

Head of Communications Manajemen Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu, mengatakan, “Ada 44.000 kepesertaan yang dicabut dari gelombang 12-16, masuk dalam gelombang tambahan,” pada Senin (10/5/2021) lalu. Ia mengungkapkan bahwa tata cara pendaftaran gelombang tambahan tersebut akan sama seperti mekanisme pendaftaran gelombang-gelombang sebelumnya.

Syarat Pendaftaran Kartu Prakerja

Mengacu pada Permenko Nomor 11 tahun 2020, program Kartu Prakerja ini ditujukan kepada para pencari kerja dengan berbagai kualifikasi, seperti pekerja/buruh yang di PHK dan pekerja/buruh yang membutuhkan pelatihan kompetensi kerja. Adapun rincian kualifikasinya sebagai berikut:

  • Setiap calon pendaftar pada program ini harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dapat dibuktikan dengan kepemilikan
  • Berusia minimal 18 tahun.
  • Calon peserta harus berasal dari kalangan yang tidak sedang mengikuti pendidikan formal pada saat mendaftar.

Insentif Kartu Prakerja

Sebagai upaya implementasi Inpres Nomor 4 Tahun 2020 tentang Realokasi Anggaran, Re-focusing Kegiatan, serta Pengadaan Barang dan Jasa untuk Percepatan Penanganan Covid-19, penyeleggaraan dan fokus Program Kartu Pra Kerja akan dipercepat. Pada 2020 lalu, program ini menyasar sekitar 5,6 juta peserta penerima bantuan pelatihan dan insentif sebesar Rp 3.550.000.

Adapun rincian dari insentif ini, yaitu insentif pelatihan sebesar Rp 1.000.000, insentif per bulan pasca pelatihan sebesar Rp 600.000 selama 4 bulan, serta insentif survei kebekerjaan sejumlah Rp 150.000 terhitung 3 kali survei. Namun, perlu diketahui juga sebelumnya bahwa setiap peserta atau setiap pemilik NIK hanya bisa mengikuti program ini sebanyak 1 kali.

Bantuan insentif ini hanya berlaku selama 3 sampai 4 bulan saja. Dimana pemberian insentifnya akan dilakukan setelah peserta telah melakukan minimal satu kali pelatihan. Namun, bagi peserta yang belum melakukan pembelian pelatihan pertama dalam tenggat waktu yang diberikan akan cabut status kepesertaannya.

Program kartu Prakerja ini dilaksanakan dalam upaya peningkatan kompetensi dan kualitas Sumber Daya Manusianya (SDM) agar dapat memiliki daya saing dalam mencari lapangan pekerjaan. Namun perlu ditekankan lagi bahwa program pengembangan kompetensi kerja ini hanya ditujukan kepada para pencari kerja yang tidak sedang menempuh pendidikan formal, pekerja ter-PHK, ataupun pekerja yang sedang membutuhkan peningkatan kompetensi.